Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

24 Agustus 2011

Hari Gene Masih Ada Oknum PNS yang Sok Penting

Sebenarnyaini uneg2 ane pas berurusan ama salah satu instansi pemerintah. Sebut sajalah "Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Padang". Kebetulan ane kesitu mau ngurus terjamahan dan legalisir akte kelahiran ane. Singkat cerita ane sudah bolak balik nih instansi selama 3 kali.

Pas ane datang pertama, alhamdulillah pegawainya cukup ramah dan memberitahu prosedur legalisirnya yang ternyata harus diterjamihin ama instansi bahasa asing yang resmi. Yah udah ane ikutin aja, ane pergi ke itu instansi untuk menerjemahkan akte kelahiran ane. Setelah selesai diterjemahin ane balik lagi tuh keesokan harinya ke kontor catatan sipil. Eh ternyata di hari kedua, pejabat yang berwenangnya sedang tidak ditempat. Sampai di sini petugasnya masih ramah dan ane juga makluk karena ane datangnya juga kesoreaan.

Nah yang jadi petaka justru pada hari ini, hari ketiga. Ane bela2in nih gan datang pagi2 biar nih legalisir cepat selesai, yah maklum lah mana tahu tuh bapak yang mau nandatanganin ada di tempat pagi2. Ternyata ane disuruh menghadap ama ada ibuk2 yg katanya sih, khusus ngurus2in masalah tanda tangan dan legalisir. Pas menghadap ke meja kerjanya, persaan ane mulai rada ngak enak. Nih orang cuek bangat. Pas ane sapa, eh justru bentak ane "mau apa kamu kesini!!!!". MASYAALLAH, yah ane sabar2in aja gan. Dengan senyum ane bilang baik2, "saya mau melegalisir akte kelahiran, buk". Lansung aja sontak si ibuk itu bilang, "Ini ngak bisa sekarang. Kalu bisa juga paling hari jumat". ASTAGHFIRULLAH, legalisir apaan ampe 3 hari, setahu ane yang namanya legalisir itu palingan satu hari klar, itupun udah cukup lambat. Ane jawab aja dengan nada manis "buk apa ngak bisa lebih cepat bu?". Nah gan apa ane salah bilang kayak gitu? Wah, itu ibuk langsung ngata-ngatain ane "Kamu ini maksa saya ya?? Saya ini lagi puasa!!! Orang yang mau nandatanganinnya lagi rapat, ngak ngerti juga kamu?". Apuuun, ane jawab lagi dengan baik2 "Yah, mana tahu bisa lebih cepat bu, kan ibuk bisa bantu juga". Habis ane bilang kayak gitu, itu ibu banting map punya ane sambil ngomel,  "Kalau begitu terserah kamu, kamu bawa aja pulang sana!!!". Gila ini abdi masyarakat apa sipir penjara sih, setahu ane sipir penjara aja ngak sampe giniaan. Entah kebetulan entah apa, ada ibuk lain yang bilang dengan ramah, "udah kamu tinggalin aja dulu, mana tahu bisa cepat siap". Meski bercampur kesal dan sedikit kecewa, ane tinggal aja tuh berkas. Ane lalu nanya lagi "bukti petinggalnya ada ngak bu?", lagi2 tuh ibuk2 marah2 lagi, "kalau hilang punya kamu, biar saya yang ngurusin lagi, ngerti!!!". Bujubuneeee, ngak profesional bgt. Well, akhirnya ane tinggalin aja sambil ngucapkan terimakasih diiringi sumpah serapah dalam hati.
 
Begitulah gan ceritanya. Mungkin di antara agan2 juga pernah merasakan hal yang sama. Yang jadi masalah bagi ane bukan cepat atau lambatnya proses ngurus suratnya, tapi cara tuh oknum pns ngelayanin masyarakat. Apa salahnya bilang baik2, kalau mau diusahahin atau apalah yang bikin kita senang secara psikologis. Mungkin si ibuk merasa dirinya orang penting, berjabatan, lebih "intelek", ato apalah, tapi perlu ingat juga klu yang berurusan ke itu kantor bukan gembel atau orang2 bodah aja. Terus terang aja, sekarang ane lagi nyari2 link or dekingan gan, agar tuh ibuk bisa didisiplinkan ama yang lebih berkuasa. Jangan mentang2 orang butuh, lalu disemena2kan seperti itu. Sikap seperti itulah kebanyakan klu pns masuk karena kkn. Ngak punya persaan plu egois!!! Klu melihat yang seperti ini, ane setuju aja gan, klu pns dipensiunkan dini. Kalau perlu, kita ngak perlu urusan ama para pegawai baju coklat mudah lusuh kayak gitu. Rasanya untuk zaman sekarang, komputer dan mesin online justru lebih manusiawi dari pada oknum semacam ini. Toh bila kualitas pns yang diterima kayak gitu, untuk apa capek2 keluarion apbn yang nguras duit rakyat ampe smaput.

At last, akhir kata bukan maksud ane mau menghujat para abdi negara, karena ortu ane juga pns dan ngak semua pns seperti itu. Tapi ane harap mudah2 pada masa yang akan datang, jangan sampe ada pns-pns yang labilspt ini. Hendaklah para pegawai abdi masyarakat kelak sudah teruji baik iq,eq, dan sq-nya. Agr kita pun senang dan nyaman berurusan ke kantor pemerintahan.

Mohon maaf gan bila ada salah kata. Terimakasih udah mo baca uneg2 ane.


Wassalam

14 Juli 2011

PEMECATAN RIEDL: Kolusi dan Konspirasi Pembersihan Rezim Nurdin Halid?

Akhir-akhir ini terlalu banyak berita yang membikin beban pikiran ini semakin parah. Mulai dari kasus TKI yang tak kunjung padam, surat palsu MK, bendahara Partai De***rat N****udin yang ngak pulang-pulangg, BBM yang langkah, dan apapunlah itu yang ngak ada habis-habisnya. Benar-benar ngak karu-karuan (-_-;)

Good bye, Mr. Riedl
Namun yang lebih mengejutkan justru datang pada rabu ini. Entah mengapa, setelah sukses membangkitkan batang terendam popularitas "Tim Garuda" yang sudah lama mengfosil, pada tanggal 13 Juli 2011, justru sang pelatih bertangan dingin, Alfred Riedl harus kehilangan haknya di tim nasional. Anehnya pemecatan ini justru datang saat para putra bangsa sedang bersemangatnya menghadapi Pra-Piala Dunia versus Turkmenistan. Berikut cuplikan beritanya:

"INILAH.COM, Jakata – Ketua umum PSSI yang baru terpilih, Johar Arifin, secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih Alfred Riedl dari kursi pelatih utama timnas Indonesia.

Pengumuman ini datang hanya beberapa hari menjelang keberangkan timnas Indonesia ke Turkmenistan untuk melakoni partai kualifikasi Pra-Piala Dunia di Turkmenistan

Johar pertama-tama mengumumkan penunjukkan manajer baru timnas Indonesia, yakni Ferry Kodrat  Selain itu, Johar juga mengumumkan penggantian Riedl sebagai pelatih kepala.

“Ini yang gempar. Per-besok (Kamis, 14 Juli) pelatihnya bukan Riedl,” ujarnya di kantor PSSI, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (13/7/11) sore WIB.

“Kita cari surat kontraknya di PSSI tidak ketemu jadi sebenarnya belum jelas mengenai kontraknya,” ujar sang ketua umum ketika ditanya apakah proses pemecatan Riedl sudah selesai.

Namun saat ditanya mengenai alasan sebenarnya mengenai pemecatan Riedl, Johar seperti kesulitan menjawab. Dia sempat terdiam sejenak, sebelum akhirnya berkata singkat, “Ya, untuk penyegaran saja.”

Sebagai penggantinya, PSSI menunjuk pelatih asal Belanda Wim Rijsbergen."

Mungkin bagi sebagian orang, termasuk saya, berita ini bukanlah kabar yang baik. Apalagi kita tahu, di bawah kepelatiahannya, Riedl berhasil membawa harum persepakbolaan di beberapa negara, seperti Vietnam dan Laos. Sebagai orang yang mendambakan kegemilangan Merah Putih di pentas persepakbolaan, tentunya kita menginginkan Riedl berbuat hal yang sama pada pesepak bola di negeri ini.

Sayangnya, para petinggi PSSI yang belum seminggu dilantik tampaknya punya pemikiran yang berbeda. Ketua umum Djohar Arifin Husain, justru melayangkan surat pemecatan dengan buru-buru di siang hari itu. Alasan pemecatan pun terlalu mengada-ada, surat kontrak yang tidak jelas. Bukankah bila prestasi yang dikedepankan, masalah kontrak bisa urusan belakangan. Yang lebih menyediahkan Riedl justru tidak mengetahui kejadian tersebut, sebagai mana dikutip dari Vivanews.com berikut:

"VIVAnews - Alfred Riedl kehilangan jabatannya. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yang baru empat hari duduk di pucuk pimpinan tertinggi organisasi sepakbola nasional itu menggantikannya dengan Wim Rijbergen asal Belanda.

Riedl yang ditemui di apartemennya di kawasan Senayan, Jakarta, beberapa jam setelah pengumuman pemecatannya hari Rabu, 13 Juli 2011, terlihat bisa menerima keadaan ini. Kepada VIVAnews.com, ia mengungkapkan yang ia alami sebagai 'bad surprise'.

"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, mereka bisa memecat saya kapan pun," kata Riedl.

"Sekarang itu terjadi, sangat mengejutkan. Sekarang ada orang baru yang datang. Oke selamat kepadanya, dan semoga berhasil. Tidak ada masalah bagi saya."

Menurut Riedl, ia sama sekali tak tahu kalau dirinya sudah kehilangan kendali atas timnas Indonesia.

"Tidak ada yang memberitahukan saya mengenai keputusan ini. Pihak pengurus sampai saat ini tidak pernah menghubungi saya, termasuk dalam menyampaikan keputusan ini," kata pria Austria yang dikenal punya ekspresi yang dingin dalam tiap kesempatan.
"

Bila membaca berita tersebut, terlihat sekali bahwa PSSI telah bertindak sepihak pada seseorang yang telah berjasa selama setahun belakang ini. Bukankah bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab? Bila memang harus diberhentikan, mengapa harus ketika proses persiapan sedangberlangsung? Lalu mengapa harus dengan mendadak ketika bangsa ini baru measuki tantangan awal?

Pelatih baru PSSI
Yang lebih membuat penasaran saya adalah ditunjuknya Wim Rijsbergen, mantan pelatih PSM Makasar yang notabanenya adalah klub LPI. Apakah ini pertanda PSSI telah melunak dan menerima LPI secara mentah-mentah? Secara sederhana, sebenarnya ini tidaklah mengherankan karena ketua PSSI Djohar Arifin setidaknya didukung oleh Kelompok 78 yang sebelumnya ngotot memajukan George Toisuta dan Arifin Panigoro. Setidaknya nama terakhir ini sudah dikenal luas sebagai promotor LPI yang kontroversial itu.

Meski ini hanya opini, saya pikir keinginan kelompok ini untuk menyingkirkan sisa-sisa pengurus lama (baca: Nurdin Halid cs) sedikit banyaknya mungkin ada. Bagaimana pun juga dalam logika berpikir yang sederhana ini, aneh rasanya bila memang tidak ada pengaruh saingan-saingan kepengurusan lama terhadap ketua umum PSSI terpilih saat ini. Meski pun telah membantah sebagaimana yang tertulis pada artikel di atas, namun itu adalah politik bung!!  Dan mengenai perubahan posisi Riedl dalam kepelatihan timnas, sebagai mana diberitakan dalam Detiksport.com, bisa jadi hanya basa basi saja. Bagaimanapun, sang mantan pelatih pasti akan merasa tersinggung. Ingat hal ini juga pernah hampir terjadi saat kualifikasi SEA Game.

Saya bisa berpendapat demikian karena selama ini sangat tampak jika PSSI telah dijadikankan mesin politik oleh petinggi-petingginya. Sudah bukan rahasia lagi bila berbagai langkah dan kebijakan yang dilakukan oleh pengurusnya tidak lain hanya untuk mengokohkan kepentingan tertentu. Lihat saja kepengurusan lama yang dipimpin oleh Nurdin Halid beberapa waktu yang lalu. Begitu banyak kontroversi dan sensasi yang sayangnya minim dengan prestasi dan apresiasi.

Artikel ini bukan bertujuan untuk menghujat kepengurusan PSSI sekarang ini. Terlalu dini rasanya bila kita mencaci maki sesuatu yang baru lahir ini. Akan tetapi saya selaku orang awam merasa kecewa dengan langkah yang gegabah seperti itu. Tidak ada salahnya jika kita mulai mengkritisinya. Sebab bila tidak demikian, saya khawatir jika PSSI yang baru ini tidak ada obahnya dengan PSSI yang lama. Hanyalah bertukar beruk dengan monyet. Harapan saya, janganlah kepentingan individu dan golongan mesti menghancurkan cita-cita yang murni. "Tim Garuda" adalah sebuah harapan, harapan bagi utophia Republik Indonesia untuk berkibar di dunia yang luas.

Semoga persepakbolaan Indonesia bisa lebih maju dan fair pada masa yang akan datang..

Salam Glontor...

13 Juli 2011

Demokrasi Gulai Daging

Alkisah dalam suatu pertemuan, bahan-bahan gulai daging saling bedebat tentang ketidakadilan dalam komposisi gulai daging. Sehari-hari biasanya daging mendapatkan porsi yang terbesar di antara bahan-bahan lain. Bahkan, banyaknya kuota untuk bahan-bahan lainnya juga ditentukan oleh si mayoritas ini. Karena tidak tahan dengan kondisi tersebut, bahan-bahan gulai daging yang lainnya melakukan protes besar-besaran yang akhirnya dimediasi melalui rapat paripurna dewan gulai daging.

Setelah rapat dibuka, hampir semua bahan-bahan mengajukan permohonan untuk berbicara. Pimpinan rapat kemudian memberi kesempatan pertama kepada cabe giling. "Saya sebagai cabe giling, kedudukan saya sangat penting dalam gulai ini. Tampa saya, gulai tidak akan ada rasanya. Oleh sebab itu saya harus mendapat hak yang sama dengan daging", ujar cabe giling. Kesempatan berikutnya diberikan kepada santan kelapa. Ia kemudian berkata, "Saya juga inti dari gulai ini, tampa saya gulai tidak akan ada. Karena itu saya juga meminta hak yang sama dengan daging". Lalu bumbu gulai pun berkoar, "Saya mesti medapat posisi yang sama dengan daging. Namanya saja gulai, kenapa harus daging yang medapat lebih?". Pendapat demi pendapat terus bergulir, mulai dari garam, bawang merah, bawang putih, hingga rempah-rempah juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka beranggapan sama-sama penting dalam gulai daging dan harus mendapatkan hak yang sama.

Karena begitu besarnya desakan dari anggota rapat, maka pimpinan pun mengambil sebuah langkah. Ia memutuskan setiap bahan-bahan berhak medapatkan kuota yang sama dalam gulai daging. Akhirnya diberikanlah kuota masing-masing bahan sebanyak satu kilogram. Walhasil, jadilah gulai daging versi terbaru dengan komposisi yang adil. Akan tetapi, bukannya menyelesaikan masalah, gulai daging versi ini justru biang dari segala masalah yang baru. Mulai dari tempatnya yang tidak cukup, bahan-bahan yang tidak pernah padu, susahnya gulai matang, dan yang paling utama rasa gulai menjadi tidak karuan.

Jadi apa hikmah dibalik cerita tersebut? Ternyata demokrasi yang mengedepankan persamaan hak dan kepentingan bukanlah solusi dari sebuah persoalan. Seperti seporsi gulai daging, setiap bahan memiliki kadar yang berbeda yang justru dapat menjadikan gulai tersebut menjadi lezat dan nikmat. Sebagai contoh, meskipun garam memberi rasa pada gulai, jika berlebihan, pastilah rasa gulai menjadi keasinan dan bila dikonsumsi oleh pengidap hipertensi, wah tentu bisa berabe (-_-; )

Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, tidak selalu memberi hak dan kewajiban yang sama pada setiap orang akan menjadikan hidup lebih baik. Si Adik yang masih SD tentunya tidak bisa diberi jajan yang sama dengan si Kakak yang sudah kluiah. Bayangkan juga jika kaum hawa mendapat kewajiban yang sama untuk ronda pada malam hari seperti kaum laki-laki. Atau jika bapak-bapak juga ngotot minta "cuti hamil" sama seperti ibu-ibu? (^o^ )

Hal-hal seperti ini sepertinya sangatlah sepele, tapi inilah kenyataan dalam kehidupan kita. Jika ada orang yang berpikir bahwa demokrasi yang adil itu adalah persamaan hak dan kewajiban secara membabi buta, maka itulah manusia yang sangat sesat dan menyesatkan melebihi aliran sesat manapun. Bila ada yang mendunkung, itu hanyalah suatu pembenaran dari egoisme dan oportunitas berkedok demokrasi semata. Justru demokrasi sejati adalah bagaimana menempatakan antara hak dan kewajiban secara proposional sehingga hidup kita bisa berjalan dengan harmonis dan serasi. Tempatkanlah diri kita pada posisi yang tepat, jangan memaksa diri bila tak mampu. Syukurilah segalanya dengan ikhlas, mudah-mudahan itulah yang terbaik untuk kita.


Semoga colotehan yang tidak seberapa ini bisa memberi manfaat.

Salam Glontor....

14 November 2009

Politic What!?


Bila kita menonton berita di televisi dalam 2 minggu ini, pasti topik yang hangat berkisar pada kasus "Cecak versus Buaya", kasus Antasari Azhar, dan masalah Bank Cntury. Melihat dan mengamati berita-berita itu membuat kita seakan-akan disuguhi dengan acara reality show yang benar-benar "real ". Bagaimana tidak, konspirasi-konspirasi yang biasanya kita tahu hanya ada di film-film, sekarang telah hadir di dunia nyata dengan tokoh utamanya KPK dan Polisi. Lalu kita juga melihat pada kasus lain, bagaimana para nasabah-nasabah Bank Century secara "dramatis" memohon keadilan tentang nasib aset merka yang menguap tidak tahu arah kemananya yang ditanggapi "suam-suam kuku" (baca:tidak jelas) oleh pemerintah. Padahal dari segi materi para nasabah itu bukan orang-orang dari ekonomi rendah, namun justru itulah terlihat kenaasan dan rezeki itu bisa datang pada siapa pun.

OH MY GOD, THERE ARE NO GOOD NEWS!!!!

Pada tulisan ini saya tidak mengomentari siapa yang benar dan siapa yang salah, namun ada satu hal yang membeani pikiran saya dan harus saya GLONTOR. Satu hal yang berkaitan dengan hampir semua kejadian dalam setiap berita, Politik.

Bagi saya pribadi, mengamati dan memahami apa yang terjadi di dunia politik bukanlah hal yang menyenangkan. Semakin saya pahami mana yang benar, semakin saya pesimis dengan kebenaran itu. Sebaliknya semakin saya membenci ketidak benar samakin saya yakin bahwa ketidak benaran itulah yang mutlak. Saya tidak menemukan pahlawan sejati dan super hero pembela kebenaran yang saya gandrungi sewaktu saya kecil di dunia politik. Bahkan kalau saya terlalu larut dengan tayangan-tayangan politk itu, saya menjadi takut keluar rumah karena saya merasa tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini.

Lalu haruskah saya menjauhi politik itu sejauh-jauhnya? Well, sejauh ini saya tidak bisa lari dari yang namanya "politik" itu. Dia seakan-akan ada di mana pun, kapan pun, bahkan seolah-olah merasuki siapa pun yang saya temui. Akhirnya jalan yang bisa saya lakukan hanya satu, menjadi orang yang ngak mau peduli. Hanya inilah senjata yang ampuh menjauhi masalah-masalah politik itu.

Sebetulnya dalam hati saya masih tersimpan satu harapan, AKANKAH SEMUA PERSOALAN DUNIA INIA AKAN SELESAI???? Saya kemudian merenung dan bermunajat. Lalu saya teringatlah akan satu sosok panutan abadi, Nabi Muhammad SAW. Bila dibaca sejarahnya, beliau juga mengalami hal yang sama dengan apa yang saya dan orang lain rasakan di zaman ini, ketidak benaran yang dibenarkan. Beliau kemudian menenangkan diri dan bertakafur sambil berdoa di gua Hira', memohon akan kebenaran dari Allah SWT. Berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan lamanya beliau menyendiri hingga suatu malam Allah menurunkan wahyu kepada beliau. Wahyu inilah yang kemudian menjadi suatu ujung tombak bagi beliau untuk memperbaiki kaumnya, bangsanya, negerinya, hingga seluruh dunia dapat ia ubah dalam kebenaran. Tidak hanya masalah kepercayaan dan keyakinan (baca:aqidah), tetapi seluruh aspek: mulai dari politik, sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dsb. Subhanallah.....

Riwayat inilah kemudian saya tanamkan dalam hati. Saya selami sedalam-dalamnya hingga meresap dalam hati. Bila memang kejahatan itu kuat, mengapa kita lawan dengan kejahatan yang kecil. Bila ada ada satu kekuatan yang tiran, mengapa kita melawan dengan menghujat-hujatnya. Toh banyak kasus membuktikan, justru para penghujat (bahkan terkadang hanya curhat saja) yang dilibas dan diremukan oleh para tiran. Para penghujat takluk, para tiran tertawa puas dan semakin kuat.

Menghadapi politik yang iblis, tidaklah harus dihadapi dengan menjadi setan. Justru dengan sabar dan usaha dijalan yang benarlah kita dapat menjadi malaikat penakluk ibils. Politik memang kejam, dunia memang gila, tapi dengan bertawakal dan sabarlah kelak para satria pembela kebenaran itu akan berjaya.....

Saya yakin suatu saat nanti kebenaan itu akan menang oleh orang-orang yang tawaqal dan bersabar ini. Orang-orang yang benar-benar ikhlas dalam memperjuangkan jalan yang lurus, bukan karena harta, jabatan, popularitas, gengsi, dsb tapi karena kecintaan akan kebenaran itu.
Mudah-mudahan masa itu akan cepat datang..... amin

SEKIAN





"Somethin's come to rock me, and I can't keep my head.
I've get nervous in the New York city streets, when my legacy treads. I know I'm better off standin' in the shadows, far from humans with guns. But now it's too late there's no escape, from what they have done.

COME ON!!

I'm goin' deeper underground, there's too much panic in this town.
I'm goin' deeper underground, there's too much panic in this town.
I'm goin' deeper underground."



(From Jamiroquais Song: "Deeper Under Ground"
Written By Jason Kay and Toby Smith)

20 Oktober 2009

Inspirasi 3 Minggu Pasca Gempa Sumbar


Tak terasa sudah 21 hari berlalu setelah gempa maha dahsyat mengguncang Kota Padang dan kawasan Padang Pariaman akhir bulan September lalu. Sudah 21 hari pulalah Sumbar diselimuti aroma kematian dan kecemasan. Puing-puing bangunan, bau tidak sedap, orang hilang, kekhawatiran gempa susulan yang lebih besar, bahkan konon makhluk-makhluk halus para mantan korban gempa mulai menteror dan menggelisahkan masyarakat. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit oknum-oknum yang malah mengambil keuntungan dari musibah yang melanda "bumi Minang" ini. Contoh kecilnya saja, harga air mineral yang biasanya Rp 15.000,- bisa jadi Rp 50.000,- (DASAR TUKANG RIBA!!!). Contoh besarnya, menurut kabar ada yang meminta 50 juta untuk membantuin evakuasai korban yang tertimbun. GILA NGAK SIHHHH!!!!!!!

Meski demikian, Alhamdulillah dalam waktu singkat kota Padang sudah mulai pulih. Walaupun cerita dan obrolan tentang ganasnya gempa masih hangat-hangat dibicarakan, namun masyarakat Sumbar tidak larut dalam duka itu. Kota Padang kini telah berdiri kembali. Kantor-kantor sudah mulai beroperasi, anak-anak sekolah dan mahasiswa kembali belajar, serta pedagang sudah bisa bertransaksi. Sayangnya yang jelek-jelek juga bangkit lagi: koruptor makan duit bantuan, PSK berjaja lagi, maling bertambah banyak, orang mesum di tepi pantai a.k.a TAPLAU malah menjadi-jadi. NGAK ADA KAPOK-KAPOKNYA!!!!


Syukurnya pada saat tersebut saya malah terinspirasi untuk bikin tulisan.
DUNIA INI MEMANG EDAN, tapi kalau gue tahan sendiri malah gue yang bisa EDAN. Memang kalau ngak ada manusia yang jahat, bagaimana mungkin kita bisa mengukur ada orang yang baik. Justru karena ada yang jahat itulah maka kita bisa menilai orang yang baik itu BAIK. Yang penting ditengah cobaan dan musibah ini jangan sampai kita pula yang menjadi yang Jahat. Abillah yang hikmah dari kejadian itu dan jadikan sebagai hal yang positif.

Well, kita berharap genpa tempo lalu itu jadi bencana terakhir bagi Sumbar.Mudah-mudahan masyarakat kota Padang juga dapat bangkit dan mau berusaha lebih keras lagi untuk maju. Dan bagi mereka yang masih ngak insaf-insaf, kita doakan mudah-mudahan akan ada hidayah bagi mereka...

AMIN
SEKIAN

Cari Blog Ini

MAIN-MAIN

ads